PRESENTASI ILMIAH

PRESENTASI ILMIAH

A.                Pengertian Presentasi Ilmiah

                   Berbicara merupakan  salah satu prasyarat dalam dalam proses pencerdasan bangsa. Tanpa kemampuan yang tinggi dalam menggunakan bahasa, orang tidak mungkin mampu bernalar dengan baik, tidak mungkin mampu memikirkan hal-hal yang rumit secara cermat.

            Menurut  Kridalaksana (1993:25) berbicara adalah perbuatan yang dapat menghasilkan bahasa yang digunakan sebagai alat kimunikasi yang merupakan salah satu keterampilan berbahasa dasar

            Secara umum(wiyanto,2012:222) Komunikasi lisan berintikan presentas. Presentasi merupakan  bagian yang tidak dapat terpisahkan dari diri / karir mahasiswa/akademisi,pelaku bisnis atau setiap profesi.

            Presentasi ilmiah merupakan kegiatan ang lazim digunakan dalam dunia ilmiah untuk  menyebarkan informasi ilmiah,baik konseptual maupun procedural.Kemahiran presentasi ilmiah merupakan kebutuhan, maka mahasiswa dilibatkan dalam melakukan presentasi, mulai dari menyusun bahan,membuat alat peraga dengan bantuan tekhnologi informasi, menyajikannya,dan merevisi berdasarkan umpan balik dari hadirin.


B.                 Tahapan Penyampaian Presentasi Ilmiah

            Presentasi ilmiah umumnya dilaksanakan  di suatu ruang rapat/seminar di hadapan beberapa peserta. Tahap penyampaian presentasi( Rahayu,2007 :223-233) adalah sebagai berikut :

1.      Tahap Persiapan
      Presentasi disampaikan di depan audiens/hadirin/public dari berbagai golongan, maka diperlukan tekhnik komunikasi untuk meyakinkan bahwa audienss dapat mendengar uraian yang kita sampaikan. Untuk itu diperlukan analisis audiens,

a.   Menetapkan Tujuan presentasi
             Presentasi disesuaikan dengan tujuan dan alasannya.
b.   Analisis  Audiens Atau Hadirin
             Merupakan elemen penting yang perlu diperhatikan dalam persiapan presentasi.Yang perlu diperhatikan dalam analisis audiens adalah sebagai berikut:


Ø  Jumlah dan kompetisi audiens
§  Memperkirakan jumlah audiens yang akan presentasi
§  Mengetahui latar belakang  profesi dan agama
§  Menganalisis Bauran antara pria dan wanita

Ø  Kemungkinan reaksi audiens
§  Menganalisis alasan audiens mengikuti presentasi
§  Memastikan sikap audiens secara umum pada topic presentasi
§  Memprediksi Respon audiens
Ø  Tingkat pemahaman audiens
§  Mengetahui apakah audiens  telah mengetahui sesuatu tentang pokok bahasan dalam presentasi
§  Memperkirakan tingkat  kemampuan audiens untuk memahami pesan dalam presentasi
§  Mempertimbangkan bauran konsep umum dan rincian khusus yang akan diterangkan

Ø  Hubungan audiens dengan pembicara
§  Menganalisis cara audiens bereaksi terhadap pembicara
§  Mengetahui sikap audiens untuk dapat menjadi akrab,berfikir terbuka atau kurang ramah terhadap maksud pembicara
§  Mengetahui cara audiens memberi  respon
           

c.   Membuat  rencana Presentasi
             perencanaan komunikasi lisan tidak berbeda dengan tulisan, menetapkan ide pokok, menyusun pesan, membuat kerangka, memperkirakan jangka waktu dan  menetapkan gaya yang paling  efektif

d.   menentukan ide pokok
             Ide pokok atau tema  presentasi dapat menunjukkan  cara  audiens mendapat mamfaat dari presentasi.

e.   menyusun Pesan
             Penyusunan pesan dimulai dari  gagasan pokok,yang telah ditetapkan  jika waktu singkat materi harus ringkas, jika pokok pesan informasi rutin/ berita gembira gunakan metode langsung. Bila pokok pesan persuasif gunakan metode tidak langsung.
      Uraian tentang presentasi terdiri atas tiga bagian yaitu sebagai berikut :


1.        Pembukaan
2.        Isi  presentasi
3.        Kesimpulan

f.    Menyiapkan Bahan Presentasi dengan Multi media
                Dalam Era Tekhnologi  informasi  presentasi multi media  sudah merupakan keharusan dan kebutuhan karna :
1.        Presentasi akan lebih Menarik, karna  dapat membuat maneuver  dalam memvariasikan tekhnik penyajian bahan termasuk melalui animasi
2.        Penyaji dapat menghemat waktu karna dapat mengoreksi bahan , sewaktu- waktu diperlukan.
3.        Penyaji dapat memberikan penekanan pada butir  yang  dikehendaki secara menarik
4.        Penyaji diringankan dengan membawa alat   berupa flashdisk yang mapu menampung bahan presentasi
5.        Bahan presentasi dapat sangat ringkas yang dapat membantu peserta menangkap esensi bahan yang dibahas
6.        Peserta dapat langsung merekam,menyalin,menkopi dalam presentasi yang diperlukan

g.   Membuat Ikhtisar
             Sebuah ikhtisar yang baik merupakan keharusan  dalam mempersiapkan pembicaraan. Siapkan catatan- catatan pada waktu terlebih dahulu kemudian susun menurut tingkat kepentingan informasi:

1.      Membangkitkan dan menarik minat
2.      Seni berbicara
3.      Memperkirakan Waktu
4.      Menetapkan gaya presentasi

2.      Tahap pengembangan Presentasi
      Presentasi mmemberikan dua factor yang bersamaan yaitu kesempatan sekaligus tantangan . kesempatan terjadi pada interaksi dengan audiens sehingga pembaca  dapat menerima maupun menyampaikan informasi,dan dapat menyesuaikan isi dengan perkembangan situasi. Tantangan ialah pembicara harus mempersiapkan bahan dengan cermat seperti berikut ini :
a.         Pembukaan
b.        Bagian inti Presentasi
c.         Penutup
d.        Waktu Tanya jawab
e.         Sarana pendukung  presentasi

3.      Menguasai tekhnik dan seni Presentasi
      Untuk keberhasilan presentasi perlu latihan yang cukup, terlebih bagi yang belum berpengalaman  berhadapan dengan publik.

4.      Mempersiapkan Presentasi


5.      Presenter Yang Baik

  Presentasi yang baik adalah yang memahami kemauan audiens maka presentasi harus berorientasi pada audiens. Berikut criteria pembicara yang baik sebagai berikut :
a.       Mempunyai wawasan,ia mengetahui dengan tepat kakurangan dan kelebihan pada diinya.
b.      Dapat Mengetahui dan mengenal audiens, serta menunjukkan kepedulian terhadap pihak yang telah memberi  kesempatan untuk presentasi.
c.       Percaya bahwa audiens sedang melakukan pekerjaan yang penting dan beralasan untuk mengikuti presentasi.
d.      Senantiasa berlatih agar mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kebutuhan informasi di pihak audiens serta bersedia memberikan jawaban atas pertanyaan dari audiaens.
e.       Menganggap penyajian presentasinya sebagai prestasi, ia harus berusaha menarik perhatian pada pembicaraan ,mampu memahami sikap audiens maka ia harus menciptakan suasana yang menyenangkan agar audiens dapat mengikuti gagasan-gagasan  yang diuraikannya
f.       Dapat menerima kritik atau analisis purna-presentasi tentang berbagai hal yang berkenaan dengan presentasi, misalnya gerak tubuh, gaya bicara,kefasihan,berbahasa, dan penguasaan materi

     

Comments

Popular posts from this blog

PENULISAN ANGKA/LAMBANG BILANGAN

makalah fisika “KETERKAITAN ANTARA IPA DENGAN AGAMA”