makalah bahasa indonesia membaca kritis untuk menulis


MAKALAH BAHASA INDONESIA
MEMBACA KRITIS UNTUK MENULIS

 







DI SUSUN OLEH :

Kelompok 3 :

HAJRAH
SUDIRMAN
ASWAN



PRODI AGRONOMI




SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN DARUD DA’WAH WAL-IRSYAD (STIP DDI)

TAHUN AKADEMIK 2014/2015







KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “MEMBACA KRITIS UNTUK MENULIS” tepat pada waktunya.
Dengan adanya makalah ini, penulis mengharapkan pembaca dapat mendapatkan pengetahuan yang lebih tentang membaca kritis untuk menulis.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Terima Kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua.



Polewali, November  2014

Penulis

         Kelompok III


DAFTAR ISI
Kata Pengantar                                                                                                  1
Daftar Isi…………………………………………………………………..     2
Bab I Pendahuluan………………………………………………………..      3
A.      Latar Belakang……………………………………………………………     3
Bab II Pembahasan………………………………………………………..      4
Bab III Penutup……………………………………………………………     7
Daftar Pustaka……………………………………………………………..     8














BAB I
PENDAHULUAN
A.        LATAR BELAKANG
                        Membaca kritis sangat relevan dengan kehidupan kita sebagai mahasiswa yang dituntut untuk menambah wawasan dan mengembangkan ilmu sehingga akan sangat bermanfaat karena kita akan dapat memanfaatkan hasil pembacaan kita yang cermat dan matang. Berdasarkan hal itulah membaca kritis merupakan kegiatan belajar yang penting dan wajib dikuasai oleh mahasiswa. Namun, dalam kegiatan membaca kritis untuk menulis ilmiah perlu diperhatikan teknik-tekniknya, seperti teknik mengenali identitas referensi dan memilih bahan tulisan, teknik menulis kutipan, dan teknik menyusun daftar rujukan agar mendapatkan kesempurnaan dalam penulisan ilmiah.












BAB II
PEMBAHASAN
MEMBACA KRITIS
A.    Defenisi Membaca
Menurut Hodgson (dalam tarigan, 2008:7), Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis.Suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandanganmsekilas,dan agar makna kata-kata secara individual akan dapat di ketahui.
            Ditinjau dari berbagai aspeknya, Mulyati (1998:53) mendefinisikan membaca sebagai berikut.
1.      Membaca merupakan suatau proses decoding, artinya membaca adalah suatu kegiatan untuk memecah kode-kode bahasa berupa lambang-lambang verbal.lambang verbal ialah rangkaian huruf yang mengikuti suatu konvensi tertentu.
2.      Membaca adalah sebuah keterampilan berbahasa. Dalam pengertian ini, keterampilan membaca hanya dapat diperoleh melalui latihan bukan pembawaan sejak lahir. Berbagai keterampilan yang dim aksud disini ialah keterampilan menggerakkan otot-otot mata,menggunakan kamus,menggunakan grafik,mengatasi kesuliatan membaca,mencari ide pokok dan penjelas, dan sebagainya.
3.      Membaca merupakan proses merekonstruksi makna sebuah teks. Dalam pengertian ini membaca merupakan suatu usaha untuk menelusuri makna yang ada di dalam sebuah tulisan.
4.      Membaca merupakan suatu pemindahan lambang visual menjadi lambang auditoris. Ini merupakan pengertian klasik. Pengertian ini terutama belaku pada membaca permulaan. Pada umumnnya, orang awam menggunakan pengertian ini.
5.      Membaca merupakan suatu proses mengolah bacaan secara kritis kreatif yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman yang bersifat menyeluruh dan memdalam tentang isi bacaan. Dalam pengertian ini, pengkajian lebih teliti pada teks diperlukan, sehingga dapat mengamati keadaan, nilai, fungsi, dan dampak bacaan untuk mengolah bacaan, seorang pembaca perlu menggunakan seluruh kemampuannya.
Dari desinisi yang dikemukakan oleh ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yand hendak di smapaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis. Suatau proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandagan sekilas dan makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui.
Kegiatan mambaca kritis untuk menulis pada dasarnya merupakan kegiatan membaca untuk mendapatkan informasi yang relevan dan diperlukan untuk tulisan yang akan dikembangkan. dengan demikian, kegiatan membaca kritis untuk menulis harus dikaitkan dengan informasi seperti apa yang kita masukkan dalam tulisan kita, apakah umum, khusus, atau informasi yang berbeda. Informasi yang kita dapatkaan dari tulisan popoler, misalnya berbeda dengan informasi yang kita dapatkan dari tulisan ilmiah (Tim Penyusun Dosen PBI UNM, 2011: 160-161).
Menurut Prastiti (2006: 20), berdasarkan tujuan atau maksudnya membaca dibagi menjadi beberapa jenis antara lain: membaca intensif, membaca teknik, membaca cepat, membaca kritis, membaca indah, membaca untuk keperluan praktis. Dan membaca  untuk keperluaan studi. Membaca kritis adalah salah satu jenis membaca yang bertujuan  untuk mengetahui fakta-fakta dalam bacaan, kemudian menganalisisnya. Membaca jenis ini dilakukan secara bijak, mendalam, evaluatif, dan analisis sebagai kunci membaca jenis ini. Membaca kritis memerlukan berbagai keterampilan, antara lain : mencari isi wacana, menganalisis dan menilai gagasan yang terdapat dalam bacaan.
B.     Ragam Membaca Kritis
Ada berbagai ragam membaca kritis bergantung pada jenis informasi seperti apa yang kita inginkan ( Tim Penyusun PBI UNM, 2011: 74), berikut ini.
1.      Membaca cepat/sekilas untuk mencari topik
Kadang-kadang kita membaca bukan untuk mencari informasi yang rinci. Kita hanya ingin mengetahui secara umum apa ynag dibicarakan dalam tulisan yang kita baca. Dalam hal ini, kita tak perlu memfokuskan pada bagian-bagian tertentu. Kita bias membaca tulisan dengan cepat/secara ekilas dari awal sampai akhir. Dari kegiatan membaca cepat ini kita mendapat ide tentang topik tulisan yang kita baca.
2.      Membaca cepat untuk informasi khusus
Membaca cepat juga biasa dilakukan kalau kita menginginkan informasi khusus dari sebuah tulisan. Perhatian kita hanya tertuju pada bagian-bagian yang kita inginkan. Bagian-bagian yang mengandung informasi yang tidak kita inginkan mendapat perhatian kita.
3.      Membaca teliti untuk informasi rinci
Kita mungkin juga ingin mendapatkan informasi mrinci tentang sesuatu hal. Dalam hal ini, kegiatan membaca difokuskan pada bagian yang mengandung informasi yang ingin ketahui secar rinci. Begitu kita sampai pada bagian tersebut, kita membacanya dengan teliti sampai kita benar-benar memahami informasi yang ingin kita dapatkan. Bagian-bagian lain yang tidak diperlukan tidak perlu dibaca lebih lanjut.



BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN
Membaca kritis adalah salah satu jenis membaca yang bertujuan  untuk mengetahui fakta-fakta dalam bacaan, kemudian menganalisisnya. Membaca jenis ini dilakukan secara bijak, mendalam, evaluatif, dan analisis sebagai kunci membaca jenis ini.
Ragam membaca kritis
1.      Membaca cepat/sekilas untuk mencari topik
2.      Membaca cepat untuk informasi khusus
3.      Membaca teliti untuk informasi rinci


SARAN
                  Penjabaran makalah membaca kritis ini diharapkan kita dapat memahami tentang membaca, menambah wawasan kita, dan kita bisa menjadi pembaca kritis.            










DAFTAR PUSTAKA


Mata kuliah pengembangan kepribadian bahasa indonesia.
               Agustina, 2008, Pembelajaran Keterampilan Membaca, UNP.










Comments

Popular posts from this blog

PRESENTASI ILMIAH

PENULISAN ANGKA/LAMBANG BILANGAN

makalah fisika “KETERKAITAN ANTARA IPA DENGAN AGAMA”